Realme resmi merilis perangkat lunak dengan denyut nadi

Realme resmi merilis perangkat lunak dengan denyut nadi

Sejak didirikan pada tahun 2018, Realme hanya mengisi dompetnya dengan produk smartphone dan headphone, tidak seperti Huawei atau Xiaomi, yang memakai semacam gelang pintar. Sekarang spin-off Oppo akhirnya di bidang tali tangan pintar dengan produk pertamanya, Realme Band. Seperti halnya gelang pintar saat ini, Realme Band dilengkapi dengan sensor fotogrametri optik (PPG) yang dapat menangkap pulsa secara real time dalam lima menit.

Realme telah secara resmi meluncurkan program bersertifikat yang disebut Realme Band, yang akan berlangsung di India pada Kamis (5 Maret 2020). Realme Band memiliki layar 0,96 inci dengan resolusi 80 x 160 piksel.

Ada juga sensor yang dapat merekam berbagai gerakan dan aktivitas pengguna. Yang pertama adalah kegiatan olahraga yang mencakup 9 pilihan penempatan, termasuk bersepeda, hiking, memanjat, kriket dan yoga. Selain itu, Realme Band juga dapat digunakan untuk menghitung langkah (pedometer) dan memantau kualitas tidur pengguna. Realme Band memiliki layar 0,96 inci dengan resolusi 80 x 160 piksel, tali 16mm yang dapat diganti, dan lima disk untuk dipilih. Dilaporkan bahwa kapasitas baterai 90 mA dapat mendukung pengguna selama 10 hari. Tidak seperti kebanyakan gelang pintar, baterai Realme Band diisi melalui unit USB-A, yang terintegrasi ke dalam salah satu bingkai tampilan yang tertutup sabuk.

Ini berarti bahwa pengguna pertama-tama harus menghapus kaset dari perangkat untuk melihat unit dan kemudian menghubungkannya ke port USB-A.

Fitur tambahan termasuk LinkSmart, yang dapat digunakan untuk menampilkan konten pemberitahuan dari berbagai aplikasi populer seperti Facebook, Messenger, WhatsApp, Instagram, Twitter, Tiktok dan SMS. Ada juga sertifikat tahan air dan debu IP68, yang memungkinkan Anda menggunakan perangkat dalam air dengan kedalaman maksimum 1,5 meter selama 30 menit. Itu disusun oleh KompasTekno dari GSMArena pada hari Jumat (3 Juni 2020). Realme Band diluncurkan di India dalam warna hitam, hijau, zaitun dan kuning dan dijual seharga. Rp 293000

Menkominfo terapkan sistem kerja dari rumah

Menkominfo terapkan sistem kerja dari rumah

Mulai Senin (16 Maret 2020), Kementerian Komunikasi dan Informasi akan mengimplementasikan sebuah karya dengan alias sistem rumah untuk meningkatkan penyebaran virus corona.

Kebijakan ini diterapkan untuk mengikuti instruksi Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny J. Silakan temukan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran COVID-19. Kominfo telah mengelola sistem bisnis untuk memaksimalkan proliferasi COVID. Kesembilan belas

Administrasi sistem kerja rumah ini ditargetkan untuk pejabat dan karyawan tingkat empat yang tidak sendirian dan menggunakan transportasi umum. Berdasarkan Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 tentang tindak lanjut untuk mencegah penyebaran COVID-19, pejabat Eselon I, Eselon II dan Eselon III akan terus melakukan tugas resmi mereka seperti biasa setelah memasuki kantor.

Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny J. Bering setuju untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait pengenalan kelompok sosial atau transfer jarak jauh terkait Virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

Dukungan disampaikan pada konferensi pers tentang sumbangan dari sektor telekomunikasi dan informasi kepada manajemen Covid-19 pada Senin (16 Maret 2020) di Ruang Komunikasi dan Informasi, di mana penyedia layanan juga berpartisipasi dalam platform telekomunikasi dan digital di Indonesia.

“Kementerian Komunikasi dan Informasi, bersama dengan penyedia layanan telekomunikasi dan platform digital, siap untuk mendukung kebijakan Presiden Goku Widodo sehingga orang dapat bekerja, belajar dan beribadah dari rumah, atau sekarang disebut relaksasi sosial,” kata Johnny.

Semetara itu Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Gebrysos secara resmi mengumumkan Coronavirus (COVID-19) sebagai pandemi global, Rabu malam (3 November 2020).

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Dr. Organisasi Kesehatan Dunia di Jenewa.

Sepengetahuan kami, virus ini terus menyebar dengan cepat di daerah-daerah di luar pusat gempa dalam waktu kurang dari tiga bulan. Selama dua minggu terakhir, Organisasi Kesehatan Dunia telah menetapkan bahwa risiko penyakit jantung koroner di luar China, sebagai pusat penyakit, telah meningkat secara signifikan sebanyak 13 kali. Covid-19 sekarang mempengaruhi lebih dari 126.000 orang di 123 negara, dari Asia, Eropa dan Amerika Serikat hingga Afrika Selatan.